Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA)

17

Vol. 3, No. 1, Maret 2014, ISSN : 2089-9033

SISTEM PAKAR DIAGNOSA BIBIT UNGGUL SAPI DAN KAMBING

DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

Reski Mai Candra

1

, Weni Rahim

2

1,2

Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA RIAU

HR. Soebrantas KM.15, 28293, Pekanbaru, Riau, Indonesia

E-mail : reski.candra@uin-suska.ac.id

1

, wenirahim@gmail.com

2

ABSTRAK

Pada umumnya peternak Indonesia memelihara

sapi dan kambing untuk tujuan pembibitan, pada

usaha pembibitan hasil yang diharapkan adalah

perolehan anak sapi yang berkualitas baik atau

unggul. Adanya bibit ternak yang unggul dapat

meningkatkan produksi jumlah produksi sapi,

sehingga dapat mengurangi import sapi dari luar

negri. Untuk mendapatkan bibit sapi unggul dan

bibit kambing unggul, sifat unggul bergantung pada

budidayanya,

tetapi

tidak

semua

peternak

mengetahui hasl tersebut dikarenakan kurangnya

tenaga

ahli

disekitar

mereka.

perkembangan

teknologi informasi pada saat sekarang ini banyak

mempengaruhi diberbagai bidang termasuk dibidang

peternakan, pertanian, permasalahan tersebut dapat

diatasi dengan sistem berbasis komputer yang

menyimpan pengetahuan ahli. Sistem pakar dapat

melakukan penalaran sebagaimana seorang pakar

meskipun data yang diperoleh kurang lengkap atau

kurang pasti, maka pada penelitian ini menggunakan

certainty factor

digunakan untuk mendapatkan derajat kepercayaan

Forward

chaining

sebagai

mesin

inferensi

proses

penalarannya. Berdasarkan pengujian terhadap

sistem pakar yang digunakan oleh peternak dengan

user acceptance test

peternak menyetujui bahwa sistem sesuai dengan

yang di ingin kan peternak, dan pakar menyatkan

sistem sesuai dengan yang diterapkan pakar.

Kata kunci :

certainty factorForward chaining

1. PENDAHULUAN

Hewan ternak (sapi dan kambing) di Indonesia

memiliki peranan yang sangat penting yaitu sebagai

penyedia sumber protein bagi masyarakat. Seiring

dengan perkembangan atau bertambahnya penduduk

Indonesia, kebutuhan daging dan susu dari tahun ke

tahun juga akan meningkat. Namun jumlah

peningatan produksi sapi di Indonesia tidak seperti

yang diharapkan sehingga pemerintah masih perlu

mengimport sapi dari luar negri [1].

Pada umumnya peternak Indonesia memelihara

sapi dan kambing untuk tujuan pembibitan, pada

usaha pembibitan hasil yang diharapkan adalah

perolehan anak sapi yang berkualitas baik atau

unggul. Adanya bibit ternak yang unggul dapat

meningkatkan jumlah produksi sapi dan kambing,

sehingga dapat mengurangi import dari luar negri.

Untuk mendapatkan bibit unggul pada hewan

sifat unggul bergantung pada budidayanya[2].

Upaya perbaikan mutu genetika untuk peningkatan

produktifitas ternak dapat dilakukan

melalui

program seleksi dan perkawinan silang. Seleksi yang

dilakukan dengan memilih secara sistematis induk

dan pejantan sebagai tertua generasi selanjutnya.

Suksesnya usaha ternak, ditentukan oleh salah

satunya kualitas bibit, yang juga berkaitan dengan

bobot,

bibit

yang

baik

diperlukan

untuk

menghasilkan keturunan yang baik, bahkan lebih

baik. Tidak semua peternak mengetahui cara

memilih indukan yang unggul pada ternak mereka,

karena kurangnya tenaga ahli di sekitar peternak

dan dikarenakan beberapa peternak baru menekuni

usaha dibidang peternakan.

Perkembangan teknologi informasi pada saat

sekarang ini banyak mempengaruhi diberbagai

bidang termasuk dibidang peternakan, pertanian dan

lain-lain. Permasalahan tersebut dapat dilakukan

dengan sistem berbasis komputer yang menyimpan

expert system

merupakan salah satu sistem yang berusaha

mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar

komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang

bisa dilakukan oleh para ahli [3]. Sistem pakar

dibuat agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan

tertentu yang meniru kerja dari para ahli atau dari

para pakar dibidangnya, dengan pengembangan

sistem pakar, diharapkan semua orang bisa

menyelesaikan

masalah

yang

hanya

dapat

diselesakan dengan bantuan para ahli atau pakar.

Sistem

pakar

dapat

memasyarakatkan

pengetahuan para pakar, sehingga para peternak

dapat mengetahui cara membudidayakan bibit

unggul pada ternak sapi dan kambing mereka, tetapi

sistem pakar tidak dapat menghilangkan ataupun

menggantikan peran dari seorang ahli atau pakar.