Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 1 of 8
next >

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA)

27

Vol. 5, No. 1, Maret 2016, ISSN : 2089-9033

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI MEL SCRIPT UNTUK LIGHTING

DAN RENDERING PADA FILM ANIMASI 3D ROBOCUBE

Rangga Pramudia

1

, Meyti Eka Apriyani

2

dan Sandi Prasetyaningsih

3

1,2,3

Politeknik Negeri Batam

Parkway Street, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia

E-mail : rangga.pramudia7@gmail.com

1

, meyti24@gmail.com

2

,

sandi.prasetya10@gmail.com

3

ABSTRAK

Saat ini penggunaan animasi 3D semakin

populer, karena dapat diaplikasikan ke berbagai

aspek, dan memiliki berbagai manfaat. Dalam proses

pembuatannya, animasi 3D memiliki beberapa

kelemahan, yaitu banyaknya sumber daya, waktu,

dan usaha yang dibutuhkan serta terdapat beberapa

human error

lighting

rendering

adalah dengan memanfaatkan MEL script. Penelitian

shotscene

animasi 3D sebagai sampel pengujian. Metode

pengujian yang digunakan terdiri dari penghitungan

lightingrender

settings

human error

interfacescript

digunakan. Hasil dari pengujian membuktikan

script

lightingrender

settings

Kata kunci :lightingrender settings

human errorscript

1. PENDAHULUAN

Saat ini penggunaan animasi 3D semakin

populer, karena dapat diaplikasikan ke berbagai

aspek. Animasi 3D mampu menyampaikan konsep

yang rumit menjadi mudah dimengerti. Selain itu,

dengan kelebihan 3D yang dimiliknya, hal ini

menjadikan penonton lebih mudah memberikan

perhatian. Dengan adanya beberapa manfaat

tersebut, tentunya animasi 3D sangat bermanfaat

dalam pembelajaran dan pendidikan. Selain itu,

teknologi 3D yang ada sekarang sudah lebih realistik

dan mirip benda di dunia nyata [1].

Akan tetapi, dalam proses pembuatan animasi

3D, terdapat beberapa kelemahan, yaitu banyaknya

sumber daya, waktu, dan usaha yang dibutuhkan

human error

fatal pada proses pembuatan animasi 3D, seperti

lightingrendering

human errorlightingrendering

karena kurangnya metode yang memungkinkan

renderlighting artist

shot-shot

terjadi banyak kesalahan yang membuat keseluruhan

film animasi menjadi tidak stabil dan terjadi

pemborosan waktu dalam pembuatan animasi karena

lightingrendering

sesuai yang diinginkan [5]. Dibutuhkan kestabilan

renderinglighting

tersebut akan menunjang hasil dari keseluruhan

proses pembuatan animasi 3D. Salah satu cara untuk

mengotomatisasi dan mengoptimalkan kinerja

pembuatan animasi 3D, baik dari segi penghematan

human error

artistscript

script

3D yang digunakan untuk mengotomatisasi perintah-

Autodesk Maya

menggunakan MEL, pengguna dapat membuat script

sendiri yang akan menghemat waktu dalam

melakukan pekerjaannya serta meningkatkan kinerja

Autodesk Maya

scriptlighting

rendering

pembuatan animasi 3D pada aspek waktu pengerjaan

render

2. DASAR TEORI

2.1 Animasi

to animate

artinya membuat seolah-olah hidup dan bergerak.

Animasi adalah film yang berasal dari gambar-

gambar yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi

sebuah gambar bergerak dan bercerita [2].

Animasi dibangun berdasarkan manfaatnya

sebagai perantara atau media yang digunakan untuk

berbagai kebutuhan, diantaranya animasi sebagai

media

hiburan,

media

presentasi,

media

iklan/promosi, media alat bantu, dan pelengkap

suatu objek atau tampilan [14].

Secara umum animasi terbagi 2 kategori, yaitu

animasi 2D dan animasi 3D [2]. Animasi 2D adalah

animasi yg dibuat manual berdasarkan sumbu x dan

y. Dimulai dengan cara menggambar di kertas, di-

scanframe

di gambar satu persatu sehingga menghasilkan

animasi 2D.