< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 2 of 6
next >

Jurnal Komputer dan Informatika (KOMPUTA)

78

Edisi. I Volume. 1, Maret 2012

2.

Sistem ini memberikan informasi mengenai

transaksi penjualan dan pembelian, hasil

perhitungan biaya total persediaan bahan baku

(Biaya simpan, dan biaya pesan).

3.

Pada kasus ini hanya mengambil contoh kasus

Standing X Banner uk 160x60

4.

MRP

EOQ (Economic Order Quantity)

mengetahui harga bahan penyusun, data

kebutuhan material, struktur produksi dan biaya

untuk persediaan material.

5.

Software

yang

akan

digunakan

dalam

membangun system informasi ini menggunakan

Borland Delphi XEdatabase

MySQL Serve

system operasi

Microsoftwindows 7

6.

Metode pemodelan yang digunakan adalah

DFDData Flow

Diagram

dalam

menggambarkan

model

fungsionalnya.

2.

TINJAUAN PUSTAKA

MRP(Material Requirment Produk)

Material Requirement Planning (MRP)

didefinisikan sebagai suatu teknik atau set prosedur

yang sistematis dalam penentuan kuantitas serta

waktu dalam proses pengendalian kebutuhan bahan

terhadap komponen-komponen permintaan yang

Dependent demand items

Strategi

produksi

digunakan

untuk

mengantisipasi agar terjadi keseimbangan antara

pemasok material dan kebutuhan aktual pesanan.

make to

stockmake to orderMake to stock

make to

order

standard product dan custom product. Perbedaan

make to order

pada tenggang waktu pengiriman untuk proses item

make

to stock

barang jadi untuk mengantisipasi permintaan aktual

make to stock

digunakan adalah standard product. Produk dapat

dilakukan dengan waktu pengiriman yang lebih

pendek karena telah tersedia di gudang barang jadi

sehingga tenggang waktu (lead time) lebih kecil dari

make to order

Make to order

make

to order

standard productcustom product

mungkin timbul pada make to order adalah

bagaimana

mengantisipasi

level

persediaan

komponen atau material, serta bagaimana dapat

memenuhi order-order yang masuk ke perusahaan.

Make to orderAssembly to order,

build to order, completely make to order dan

engineer to order

Langkah - langkah dasar dalam penyusunan Proses

MRP

1)

Netting

kebutuhan bersih untuk setiap periode selama

horison perencanaan.

2)

Lotting

besarnya ukuran jumlah pesanan yang optimal

untuk sebuah item, berdasarkan kebutuhan

bersih yang dihasilkan.

3)

Offsetting

untuk menentukan kuantitas pesanan yang

dihasilkan proses lotting. Penentuan rencana

saat pemesanan ini diperoleh dengan cara

mengurangkan saat kebutuhan bersih yang

harus tersedia dengan waktu ancang-ancang

Lead Time

4)

Exploding

kebutuhan kotor untuk tingkat (level) yang

lebih bawah dalam suatu struktur produk, serta

didasarkan atas rencana pemesanan.

MRP

Proses penentuan besarnya ukuran jumlah

pesanan

yang

optimal

untuk

sebuah

item,

berdasarkan kebutuhan bersih yang dihasilkan dari

masing masing periode horison perencanaan dalam

MRP ( material requirment Planning).

ukuran lot ini ada beberapa pendekatan yaitu:

set up cost

ongkos simpan.

a)

order cost

yang

dikaitkan

dengan

usaha

untuk

mendapatkan bahan atau bahan dari luar.

Biaya

pemesanan

dapat

berupa

biaya

penulisan

pemesanan,

biaya

proses

pemesanan, biaya materai / perangko, biaya

faktur, biaya pengetesan, biaya pengawasan,

dan biaya transportasi. Sifat biaya pemesanan

ini adalah semakin besar frekuensi pembelian

semakin besar biaya pemesanan.

b)

Biaya Penyimpanan.

Komponen utama dari biaya simpan (

carrying cost